Mengompol


Panggul | Praktek Umum | Mengompol (Disease)


Enuresis nokturnal, yang dikenal sebagai mengompol, adalah kondisi yang ditandai dengan buang air kecil tak sadar selama tidur setelah usia ketika kontrol kandung kemih biasanya sudah terjadi.

Penyebab dan faktor risiko

Enuresis nokturnal bisa primer dan sekunder. Ketika seorang anak belum memiliki periode panjang yang kering disebut primer (PNE). Hal ini terjadi karena otak anak-anaknya tidak belajar untuk menanggapi sinyal bahwa kandung kemih sudah penuh. Ini bukan kesalahan anak-anak atau orang tua. Sekunder nokturnal enuresis (SNE) adalah ketika seorang anak atau orang dewasa mulai membasahi lagi, pada usia di mana kontrol kandung kemih sudah ada.

Mungkin fisik, emosional, atau hanya perubahan dalam tidur. Penyebab fisik jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk lesi sumsum tulang belakang yang lebih rendah, cacat lahir dari saluran urogenital, infeksi saluran kemih, atau diabetes. Penyebab berikut ini kurang umum, namun lebih mudah untuk membuktikan dan lebih jelas diperlakukan: konsumsi alkohol, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), kafein, sembelit, infeksi / penyakit, tidak cukup produksi hormon anti-diuretik (ADH), masalah perkembangan neurological- lebih parah, kelainan fisik, masalah psikologis, sleep apnea, sleepwalking, stres.

Diagnosa dan Pengobatan

Pemeriksaan fisik harus dilakukan untuk menyingkirkan penyebab fisik. Tes urine akan dilakukan untuk menyingkirkan infeksi atau diabetes. X ray dari ginjal dan kandung kemih dan studi lainnya tidak diperlukan kecuali ada alasan untuk mencurigai beberapa masalah lainnya.

Dokter mempertimbangkan pengobatan ketika ada kondisi medis tertentu seperti kelainan kandung kemih, infeksi, atau diabetes. Dokter juga mengobati mengompol jika dapat membahayakan anak-anak atau hubungan dengan keluarga / teman-teman. Hukuman tidak efektif dan dapat mengganggu pengobatan. ...