Sindrom Penghentian Alkohol


Umum atau Lainnya | Praktek Umum | Sindrom Penghentian Alkohol (Disease)


Sindrom penarikan alkohol merupakan gejala dari orang yang mengurangi atau berhenti konsumsi alkohol setelah periode lama asupan alkohol yang berlebihan. Sindrom penarikan alkohol biasanya muncul setelah 5 - 10 jam dari minuman terakhir, namun dapat terjadi hari kemudian. Gejala memburuk di 48-72 jam, dan dapat bertahan selama berminggu-minggu.

Gejala psikologis ringan sampai sedang meliputi: perasaan jumpiness atau gugup, gelisah, lekas marah atau mudah bersemangat, volatilitas emosional, perubahan emosi yang cepat, kelelahan, kesulitan dengan berpikir jernih.

Gejala fisik ringan sampai sedang: sakit kepala - umum, berdenyut, berkeringat, terutama telapak tangan atau wajah, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, insomnia, jantung berdebar, tremor tangan, tak sadar, gerakan abnormal dari kelopak mata.

Gejala berat adalah: keadaan kebingungan dan halusinasi dikenal sebagai tremens delirium, agitasi, demam, kejang, hitam out. Darah dan tes urine, termasuk layar toksikologi, dapat dilakukan.

Diagnosa dan Pengobatan

Tujuan pengobatan meliputi: mengurangi gejala penarikan, mencegah komplikasi dan terapi untuk berhenti minum (pantang). Orang-orang dengan gejala penarikan alkohol sedang sampai berat mungkin perlu rawat inap di rumah sakit atau fasilitas lain yang memperlakukan penarikan alkohol. Gejala penarikan alkohol ringan sampai sedang sering dapat diobati dalam pengaturan rawat jalan. Pantang alkohol permanen dan seumur hidup adalah pengobatan terbaik bagi mereka yang telah melalui penarikan. ...