Sindrom Reiter (Reaktif Artritis)


Umum atau Lainnya | Rheumatologi | Sindrom Reiter (Reaktif Artritis) (Disease)


Arthritis reaktif (sindrom Reiter atau arthritis Reiter), diklasifikasikan sebagai suatu kondisi autoimun yang berkembang dalam menanggapi infeksi di bagian lain dari tubuh (reaktivitas silang). Datang ke dalam kontak dengan bakteri dan mengembangkan infeksi dapat memicu penyakit.

Sindrom Reiter memiliki gejala yang mirip dengan berbagai kondisi lain yang dikenal sebagai arthritis. Pada saat pasien mengalami gejala, seringkali infeksi pemicu telah sembuh atau dalam remisi pada kasus kronis, sehingga membuat penentuan awal penyebab menjadi sulit.

Triad gejala meliputi: arthritis inflamasi sendi besar termasuk lutut biasa dan kembali (karena keterlibatan sendi sacroiliac), radang mata dalam bentuk konjungtivitis atau uveitis, dan uretritis pada pria atau servisitis pada wanita. Pasien juga dapat hadir dengan lesi mukokutan, serta lesi kulit psoriasis seperti seperti balanitis circinate, dan keratoderma blennorrhagica. Entesitis dapat melibatkan tendon Achilles mengakibatkan nyeri tumit.

Tidak semua orang yang terkena dampak memiliki semua manifestasi, dan definisi formal dari penyakit adalah terjadinya dinyatakan dijelaskan non-infeksi arthritis inflamasi dikombinasikan dengan uretritis pada pria, atau servisitis pada wanita.

Penyebab dan faktor risiko

Arthritis reaktif yang paling umum menyerang individu yang berusia 20-40 tahun dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Pasien dengan HIV memiliki peningkatan risiko mengembangkan arthritis reaktif juga.

Diagnosa dan Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri sendi dan peradangan; mencegah atau mengurangi jumlah kerusakan sendi; dan mengembalikan fungsi sendi yang rusak. Perawatan termasuk obat, istirahat, perlindungan sendi, dan latihan khusus.

Obat yang paling umum digunakan adalah non-steroid anti-inflamasi (OAINS). Pada kasus yang berat, antagonis asam folat seperti methotrexate dapat meredakan peradangan sendi.

Selain obat-obatan, splints dapat diresepkan untuk membatasi gerakan, karena ini melindungi sendi. Latihan khusus dianjurkan untuk mempertahankan kekuatan otot dan meningkatkan jangkauan gerak. ...