Abses Retropharyngeal (Abses Tenggorokan)


Leher | Ilmu Penyakit Telinga, Hidung & Tenggorok / Otorhinolaryngology | Abses Retropharyngeal (Abses Tenggorokan) (Disease)


Abses retrofaring adalah infeksi ruang leher dalam yang dapat menimbulkan keadaan darurat yang mengancam jiwa langsung, dengan potensi untuk kompromi jalan napas dan komplikasi bencana lainnya.

Gejala abses retrofaring memburuk mungkin termasuk nyeri leher, ketidakmampuan untuk menelan, air liur, kesulitan bernapas, dan kantuk yang berlebihan. Pada orang dewasa, abses retrofaring jarang dan dapat terjadi sebagai akibat dari trauma lokal, seperti menelan benda asing (tulang ikan), atau prosedur instrumental (laringoskopi, intubasi endotrakeal, makan penempatan tabung, dll), atau dalam konteks tertentu dari penyakit terkait. Abses ini lebih sering terjadi pada anak-anak karena banyaknya kelenjar getah bening retropharyngeal.

Penyebab dan faktor risiko

Abses di ruang ini dapat disebabkan oleh banyak organisme seperti organisme aerobik (Streptococcus beta-hemolitik dan Staphylococcus aureus), organisme anaerobik (spesies Bacteroides dan Veillonella), atau organisme Gram-negatif (Haemophilus parainfluenzae dan Bartonella henselae). Gejala abses retrofaring termasuk tenggorokan sakit parah, kesulitan menelan, demam, sakit kepala, kelelahan dan pembengkakan kelenjar di leher.

Diagnosa dan Pengobatan

Abses retrofaring memerlukan diagnosis yang cepat dan manajemen awal yang sering melibatkan drainase bedah untuk mencapai hasil terbaik. Namun, waktu yang tepat untuk menjalani prosedur pembedahan masih kontroversial. Angka kematian yang tinggi yang terkait dengan abses retrofaring adalah karena hubungannya dengan obstruksi jalan napas, mediastinitis, pneumonia aspirasi, abses epidural, trombosis vena jugularis, necrotizing fasciitis, sepsis, dan erosi ke arteri karotis.

...